Minggu, 01 Mei 2011
Refleksi Pohon
Tak ubah pohon yang sedang tumbuh, kau menumbuhkan pupus hijau daun baru yang akan memberikanmu kehidupan, kau juga menancapkana akarmu sedalam tanah agar kau kuat berdiri dengan tegak melawan dunia ini. Suatu ketika pupusmu yang telah layu itu jatuh dan mulai mengering dan mulai membusuk meninggalkanmu. Kau tetap harus menumbuhkan pupus barumu, namun kau benar-benar masih teringat dan tak ingin berpisah dengan pupus pertamamu karena itu merupakan nafas pertama yang memberikanmu banyak harapan dan kenangan. Kau mungkin tak kan pernah lepas dari daun yang telah jatuh membusuk meninggalkanmu. Namun kau juga harus mencoba untuk menjaga, menyayangi atau tidak menyakiti pupus barumu yang baru saja tumbuh, karena mungkin dia adalah nafasmu.
Banyak kenangan dan arti yang telah ditinggalkan oleh daun yang entah kemana perginya, semua itu telah berlalu, kau harus menatap apa yang ada pada dirimu sekarang. Apakah kau akan tega membuat sakit dan membuatnya selalu menangis? Apakah kau merasakan sakitnya jika pupus itu tahu bahwa dalam sel yang mengealir di batangmu bukan untuk pupus barumu itu namun sudah terbagikan untuk pupus yang lainnya?
kadang kita harus membuang sesuatu dari hidup ini untuk menatap kedepan dan membuatnya menjadi lebih baik.
Waos Sedoyo,Baca Selengkapnya,Read More...
Label:
Suaraku
Jumat, 29 April 2011
teruntuk semua semesta dalam jiwaku.
kupandangi poros antara matahari dan bulan, mereka merupakan pasangan yang bisa menghiasi bumi ini sehinga kita bisa hidup dalam bumi. namun kenapa bulan itu memiliki bercak hitam yang mungkin membuat berat hati dari si matahari? apakah matahari masih bisa menerimanya?
Waos Sedoyo,Baca Selengkapnya,Read More...
Label:
Suaraku
Rabu, 27 April 2011
teruntuk kepedihan dibatas senja
Matahari itu meredup seraya mataku yang juga meredup karena lelahnya hari ini, lebih meredup lagi ketika aku telah membuat seseorang lagi terhadap diriku. Ku pandang matahari seolah menambah kecepatan terbenamnya, dan membuat hatiku semakin gelap lagi. Bulan baru pun tak pernah menampakan garis keilnya untuk memberikan sebuah penerangan. Ku hanya menatap pohon besar di sudut tempat ini, aku hanya akan termangu dan seperti biasa air mata ini tertetes tak tentu arah. Aku merasa telah sangat bersalah kepadanya. Namun sepertinya maaf itu tak cukup lagi, air mataku seolah membuat pohon tempatku termangu seolah memelukku dan membisikan sebuah kata, “ bisikanlah maafmu itu dengan lebih dalam lagi dan titipkanlah bisikmu itu kepada angina yang berhembus itu, dan angina akan mengirimkannya langsung ke orang itu”
Tanpa tersadar aku mengikuti saran dari pohon itu dan kubisikan sebuah kata dari kedalaman hati ini
“ teruntuk cahaya dibatas senja, aku hanya bisa meminta maaf atas kesalahanku yang telah membuatmu mungkin kecewa dengan hari ini, hanya itu yang bisa ku sampaikan. sebenarnya aku sangat ingin merasakan pudding yang telah kau buat jika kau berkenan”
Label:
Suaraku
Selasa, 19 April 2011
teruntuk pena dibatas kata.
aku melihat semesta yang menjelma menjadi dirimu, semesta yang saelalu melekat pada diriku, apakah juga akan menjadi jiwa ku, karena semesta juga telah memilihmu?
Label:
Suaraku
Jumat, 15 April 2011
teruntuk kepedihan dibatas kata.
aku tak ubahnya anjing yang tak mempunyai tuan, berjalan memutar tak tentu arah, mencari dan menunggu siapa yang akan memberiku makan. Menggonggong pilu mencari perlindungan.
Waos Sedoyo,Baca Selengkapnya,Read More...
aku tak ubahnya anjing yang tak mempunyai tuan, berjalan memutar tak tentu arah, mencari dan menunggu siapa yang akan memberiku makan. Menggonggong pilu mencari perlindungan.
Label:
Suaraku
Rabu, 02 Maret 2011
Munculnya Gerakan Islam Radikal-Fundamental 1990-an
Gerakan Islam Indonesia saat ini diwarnai dengan gerakan Islam radikal-fundamental. Gerakan ini mulai muncul secara terbuka pada tahun 90-an. Gerakan ini cukup banyak peminatnya, mulai dari kalangan mahasiswa, pelajar dan kelompok terdidik lainnya.
Pada tahun 70-80an pemerintah bersikap keras pada kelompok-kelompok ini. Jika muncul gerakan Islam radika-fundamentalis sekecil apapun akan diberantas oleh pemerintah. Karena pemerintah beranggapan bahwa gerakan ini dapat mengancam keutuhan negara pada saat itu. Namun kasusnya menjadi berbeda ditahun 90-an. Saat itu Soeharto mulai kehilangan kepercayaan dari kalangan militer dan juga klongomerat. Sehingga Soeharto harus merubah strategi politiknya, yang sebelumnya cenderung meminggirkan Islam sekarang mulai membuka ruang untuk Islam, agar pendukungnya kuat kembali. Hal semacam ini membuka peluang untuk ormas Islam yang tadinya bergerak diam-diam menjadi lebih terang-terangan.
Gerakan islam ini mengalami perubahan yang cukup signifikan pada tahun 90-an. Ditahun 80-an gerakan radikal-fundamental ini bertindak lebih hati-hati dan bergerak dengan menyusupkan aktivis mereka ke beberapa lembaga pendidikan untuk melakukan dakwah terkait ideologi mereka. Pada saat itu hampir semua kelompok studi Islam mahasiswa telah dimasuki oleh aktivis mereka. Tidak terlewat juga lembaga pendidikan taman kanak-kanak juga dipegang oleh mereka. Walupun saat itu juga sudah muncul gerakan radikal-fundamental yang terang-terangan juga, sebagai contoh adalah peristiwa Talangsari Lampung ( 1982 ), Haur Koneng ( 1985 ), Tanjung Priok ( 1984 ). Namun gerakan ini jauh berbeda dengan gerakan yang muncul pada tahun 90-an, walau berakar pada gerakan sebelumnya.
Pada 90-an gerakan ini mengalami perubahan mendasar dalam hal format dan strategi. Gerakan ini tak hanya terang-terangan, namun juga sudah menggunakan asas Islam sebagai dasar organisasi. Gerakan merka juga mulai konkret, seperti latihan militer dan juga kekerasan juga tekanan terhadap masyarakat. Gerakan ini semakin leluasa ketika tumbangnya rezim Soeharto tahun 1998. Peran aparat negara pada saat itu hingga sat ini sangat lemah, sehingga mereka seolah peran aparat negara diambil alih oleh gerakan ini. Mulai dari masalah perjudian, minuman keras, konflik antar masyarakat. Gerakan ini menjadi contoh gerakan Islam radikal-fundamental saat ini.
Silakan dikritisi.
Waos Sedoyo,Baca Selengkapnya,Read More...
Gerakan islam ini mengalami perubahan yang cukup signifikan pada tahun 90-an. Ditahun 80-an gerakan radikal-fundamental ini bertindak lebih hati-hati dan bergerak dengan menyusupkan aktivis mereka ke beberapa lembaga pendidikan untuk melakukan dakwah terkait ideologi mereka. Pada saat itu hampir semua kelompok studi Islam mahasiswa telah dimasuki oleh aktivis mereka. Tidak terlewat juga lembaga pendidikan taman kanak-kanak juga dipegang oleh mereka. Walupun saat itu juga sudah muncul gerakan radikal-fundamental yang terang-terangan juga, sebagai contoh adalah peristiwa Talangsari Lampung ( 1982 ), Haur Koneng ( 1985 ), Tanjung Priok ( 1984 ). Namun gerakan ini jauh berbeda dengan gerakan yang muncul pada tahun 90-an, walau berakar pada gerakan sebelumnya.
Pada 90-an gerakan ini mengalami perubahan mendasar dalam hal format dan strategi. Gerakan ini tak hanya terang-terangan, namun juga sudah menggunakan asas Islam sebagai dasar organisasi. Gerakan merka juga mulai konkret, seperti latihan militer dan juga kekerasan juga tekanan terhadap masyarakat. Gerakan ini semakin leluasa ketika tumbangnya rezim Soeharto tahun 1998. Peran aparat negara pada saat itu hingga sat ini sangat lemah, sehingga mereka seolah peran aparat negara diambil alih oleh gerakan ini. Mulai dari masalah perjudian, minuman keras, konflik antar masyarakat. Gerakan ini menjadi contoh gerakan Islam radikal-fundamental saat ini.
Silakan dikritisi.
Label:
catetanku
Langganan:
Postingan (Atom)
